Halaman

Tampilkan postingan dengan label Penyakit dan Gejala kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit dan Gejala kanker. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Januari 2019

Sama-sama Penyakit Hati, Apa Bedanya Sirosis dan Kanker Hati?


Baik sirosis maupun kanker hati tergolong sebagai penyakit hati kronis yang berbahaya dan perlu diwaspadai. Meski sama-sama menyebabkan organ hati meradang dan akhirnya rusak, selama ini masih banyak orang yang menganggap bahwa sirosis hati dan kanker hati itu sama. Eits, jangan salah. Sirosis dan kanker hati itu berbeda, lho! Yuk, cari tahu perbedaannya lewat ulasan berikut ini.

Apa itu sirosis hati?

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK)sirosis hati adalah suatu kondisi ketika sel-sel hati rusak permanen hingga timbul jaringan parut. Tumbuhnya jaringan parut tersebut justru menyebabkan organ hati tidak lagi berfungsi dengan normal, entah itu dalam mencerna makanan hingga melawan infeksi.
Sirosis hati umumnya terjadi pada orang yang terinfeksi virus hepatitis B atau C, sering minum alkohol, makanan laut mentah, dan minum obat-obatan secara berlebihan. Saking banyaknya zat-zat berbahaya yang masuk ke tubuh, hati jadi kewalahan untuk menyaringnya. Akibatnya, hati malah jadi meradang dan rusak.
Seorang dosen kedokteran sekaligus pimpinan bidang hepatologi di University of Connecticut Medical Center di Amerika Serikat, George Y. Wu, MD, PhD, mengungkapkan bahwa orang yang mengalami sirosis hati berisiko 40 persen lebih tinggi terkena kanker hati di masa depan.
Ini artinya, sirosis hati merupakan salah satu kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker hati. Terlebih bila sirosis hati tidak segera diobati semaksimal mungkin.

Apa itu kanker hati?

Kanker hati terjadi ketika sel yang tidak normal tumbuh dengan cepat di organ hati.  Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kanker hati adalah efek penyakit sirosis yang tidak ditangani dengan cepat dan telanjur parah.
Ketika sel-sel hati mulai digantikan oleh jaringan parut, organ hati secara otomatis akan mencoba menyembuhkan dirinya sendiri dengan menciptakan sel-sel baru. Meski tampak menguntungkan, hal ini justru meningkatkan risiko terjadinya kanker hati.
Semakin banyak sel-sel baru yang dibuat oleh hati, maka semakin besar pula kemungkinan terjadinya mutasi sel di hati. Lama-kelamaan, sel-sel tadi akan berubah jadi sel kanker yang menggerogoti hati.
Berbagai gejala kanker hati meliputi:
  • Nyeri perut bagian kanan
  • Hilang nafsu makan dan mual
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Mata dan kulit tampak menguning
  • Kaki dan perut membengkak
Sirosis hati dan kanker hati umumnya dapat diatasi dengan transplantasi hati. Namun yang terpenting, terapkan pola hidup sehat dan jauhi alkohol bila Anda tidak ingin terkena sirosis maupun kanker hati.

Kamis, 18 Oktober 2018

Setiap Tahapan Stadium Kanker dan Artinya Bagi Pasien

Menentukan stadium kanker adalah cara penting untuk menggambarkan ukuran kanker serta sejauh mana pertumbuhan kanker sudah terjadi. Ketika dokter pertama kali mendiagnosis kanker, dokter akan mendeteksi sudah sejauh apa kondisi kanker itu berkembang, sudah sejauh mana kanker itu menyebar, atau apakah sudah menyebar ke bagian lain dari tubuh. Lantas, apa saja tahapan stadium kanker? Simak di bawah ini.

Seberapa penting menentukan stadium kanker?

Tentunya ini sangat penting, sebab stadium kanker yang akan menentukan pengobatan yang akan diberikan. Dokter biasanya merekomendasikan pengobatan lokal seperti operasi atau radioterapi jika kanker hanya di satu tempat saja.
Akan tetapi, perawatan yang diberikan akan berbeda ketika kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Dalam kasus kanker telah menyebar (metastasis), dokter mungkin menganjurkan:
  • Kemoterapi.
  • Terapi hormon.
  • Obat kanker yang ditargetkan khusus.
Tanpa mengetahui stadium, sulit menentukan perawatan apa yang seharusnya diberikan.

Apa saja tahapan stadium kanker yang diberikan dokter?

Pada umumnya, ada 2 tahapan untuk menentukan kondisi kanker sudah separah apa, yakni dengan sistem bilangan dan sistem TNM.

Sistem bilangan

  • Stadium 0 artinya tidak ada kanker, hanya sel-sel abnormal dengan potensi menjadi kanker. Stadium ini disebut juga dengan karsinoma in situ.
  • Stadium I artinya kankernya kecil dan hanya ada di satu area. Ini disebut juga kanker stadium awal.
  • Stadium II dan III artinya kondisi kanker lebih besar dan telah tumbuh pada jaringan lain di dekatnya atau di kelenjar getah bening.
  • Stadium IV, artinya kanker setelah menyebar ke bagian lain dari tubuh. Ini disebut juga dengan kanker stadium lanjut atau metastasis.

Sistem TNM

Sistem TNM meruakan kepanjangan dari tumor, nodus, dan metastasis.
  • Tumor (T): T akan diikuti oleh angka 0-4. Ini untuk memberi tahu Anda seberapa besar tumor yang terjadi. Contohnya, “T0: berarti tidak ada tumor yang bisa diukur. Semakin tinggi angkanya, semakin besar tumornya.
  • Nodus (N): N akan diikuti oleh angka 0-3. Ini dimaksudkan untuk memberi tahu Anda jika kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening. Kelenjar ini merupakan kelenjar yang melawan virus dan bakteri sebelum menginfeksi bagian tubuh Anda. “N0” berarti kelenjar getah bening Anda tidak terlibat. Semakin tinggi angkanya, maka semakin banyak penyebaran sel kanker di kelenjar getah bening.
  • Metastasis (M): M diikuti oleh 0 atau 1. Jika kanker sudah menyebar ke organ dan jaringan di bagian tubuh lainnya maka Anda akan diklasifikasikan sebagai “M1”. Sedangkan jika belum ada penyebaran, kondisi kanker tersebut dinyatakan “M0”.

Apa Itu Kanker?

Definisi

Apa itu penyakit kanker?

Penyakit ini terjadi karena pertumbuhan sel-sel abnormal yang tidak terkendali, yang menyebabkan jaringan tubuh normal rusak. Pada dasarnya, tubuh manusia terdiri dari triliunan sel yang tersebar di setiap organ dan bagian. Sel-sel ini nantinya akan terus tumbuh dan berkembang menjadi sel baru. Sementara sel-sel yang sudah tua, tidak sehat, dan tidak berfungsi lagi akan mati secara alamiah.
Sementara sel kanker tidak akan mati dengan sendirinya. Sel ini akan terus mengganda dan memperbanyak diri hingga jumlah yang sudah tak bisa dikendalikan lagi. Perubahan inilah yang bisa memicu munculnya sel kanker.
Dibandingkan dengan sel tubuh, sel kanker memiliki banyak sekali perbedaan. Sel ini dapat tumbuh secara agresif dan menyebar ke bagian tubuh lainnya guna membentuk sebuah jaringan baru. Sel kanker juga tidak bisa mati dan rusak dengan sendirinya.
Penyakit kanker bisa muncul pada bagian tubuh mana pun karena asalnya dari sel dalam tubuh manusia. Maka, ada banyak sekali jenis penyakit kanker yang ditemui pada manusia. Dilaporkan bahwa terdapat lebih dari 200 jenis penyakit kanker yang berbeda.

Seberapa umumkah penyakit kanker?

Penyakit ini bisa menyerang siapa pun tanpa pandang bulu. Mulai dari balita hingga lanjut usia, wanita maupun laki-laki, bahkan mereka yang gaya hidupnya cukup sehat. Hal ini dapat dikendalikan dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker?

Berikut adalah beberapa gejala kanker yang tidak boleh diabaikan:
1. Muncul benjolan yang tidak lazim
Gejala kanker yang paling khas adalah munculnya benjolan tumor yang tidak lazim. Jika Anda menemukan benjolan yang tumbuh dengan cepat dalam waktu singkat dan berbentuk tidak wajar, bisa jadi ini merupakan gejala kanker payudara.
Selain di payudara, benjolan ini juga dapat muncul di bagian tubuh mana pun. Maka dari itu, jika Anda menemukan benjolan baru atau benjolan yang mengalami perubahan di tubuh Anda, periksakan ke dokter sesegera mungkin.
2. Perubahan pada kulit
Jika Anda mencurigai adanya perubahan ukuran, bentuk, atau warna tahi lalat yang tak wajar, waspadai gejala kanker kulit. Untuk memastikan segala perubahan yang terjadi pada kulit Anda bukan gejala penyakit ini, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan menyeluruh.
Anda juga sebaiknya melakukan pemeriksaan kulit secara rutin sendiri untuk mengetahui ada tidaknya pertumbuhan yang tampak aneh pada kulit.
3. Masalah pada kelenjar getah bening
Kelenjar getah bening adalah struktur jaringan kecil berbentuk menyerupai kacang merah yang memegang peranan besar dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Jadi, ketika terjadi infeksi, kelenjar getah bening akan  membengkak untuk memberikan tanda.
Oleh karena itu, pembengkakan kelenjar getah bening perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda kanker, seperti leukimia dan limfoma. Kelenjar ini banyak terdapat pada leher, paha bagian dalam, ketiak, di sekitar usus, dan di antara paru-paru.
4. Berat badan turun tanpa sebab
Hal yang normal jika Anda mengalami penurunan berat badan karena sedang diet. Namun apabila penurunan berat badan Anda terjadi tanpa sebab yang jelas, Anda perlu waspada.
Penurunan berat badan bisa saja menjadi gejala kanker usus besar, pankreas, atau pencernaan lainnya. Tidak hanya itu, penurunan berat badan tiba-tiba juga bisa menjadi tanda penyakit ini yang dapat menyebar ke hati sehingga akan mempengaruhi nafsu makan dan kemampuan tubuh Anda untuk melepaskan limbah makanan dalam tubuh.
5. Batuk atau sesak yang berkepanjangan
Kebanyakan batuk mungkin tidak perlu diwaspadai. Akan tetapi jika batuk yang Anda alami tak sembuh-sembuh, terjadi dalam waktu yang lama dan disertai dengan sesak napas ataupun darah, Anda harus waspada. Pasalnya, ini bisa berbahaya karena menunjukkan bahwa paru-paru Anda bermasalah. Dalam skenario terburuk, yang Anda alami bisa jadi kanker paru.
Maka dari itu, bila Anda terkena batuk yang berkepanjangan, pergilah ke pusat kesehatan untuk melakukan X-ray atau CT scan dada.
6. Rasa sakit tanpa sebab
Jika rasa sakit Anda akibat dari cedera fisik, ini mungkin bukan masalah serius. Namun, apabila Anda mengalami rasa sakit yang tetap dan tanpa sebab ini patut diwaspadai.
Tergantung pada lokasi rasa sakitnya, ada berbagai macam jenis penyakit ini. Sakit kepala yang tak kunjung sembuh meski sudah menjalani pengobatan bisa menjadi gejala kanker otak.
7. Perdarahan tidak normal
Perdarahan tidak normal bisa mengindikasikan kemungkinan bahwa Anda memiliki penyakit ini. Misalnya, perdarahan vagina di luar menstruasi ataupun setelah berhubungan seksual bisa menjadi tanda kanker endometrium dan serviks.
Mungkin ada gejala kanker yang tidak disebutkan di atas. Oleh sebab itu, segera konsultasikan ke dokter jika Anda mencurigai perubahan yang tidak wajar pada tubuh Anda sebagai deteksi dini penyakit ini. Semakin dini penyakit ini terdeteksi, peluang untuk sembuhnya juga akan semakin besar.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami satupun tanda atau gejala kanker yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun tentang gejala penyakit ini, sebaiknya segela konsultasikanlah pada dokter Anda. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab kanker?

Penyebab kanker paling umum adalah perubahan (mutasi) pada gen dalam sel. Di dalam gen, terkandung ribuan DNA yang akan memberi instruksi pada sel untuk menjalankan fungsinya pada organ tubuh tempat sel tersebut hidup.
Maka inti sel yang menjadi rumah bagi ribuan gen ini akan menentukan jenis sel apa yang dibutuhkan organ tubuh tertentu, kapan sel perlu membelah diri, dan sel mana yang harus mati dan digantikan.
Sayangnya, proses ini tidak selalu berjalan dengan sempurna. Ketika sel melakukan pembelahan diri, ada risiko sel baru yang lahir dari pembelahan tersebut mengandung gen yang rusak atau digandakan terlalu banyak. Perubahan struktur gen dalam sel ini disebut sebagai mutasi gen.
Ketika mutasi gen terjadi, sel sudah tidak bisa lagi menerima perintah dan instruksi dari sistem pusat sehingga sel ini akan tumbuh di luar kendali dan menghasilkan protein yang tidak normal. Kelainan pada protein yang diproduksi akan semakin memicu pembelahan sel-sel baru dengan gen yang tidak sempurna. Pada kasus lain, protein yang dibutuhkan untuk menghentikan kelahiran sel baru justru tidak diproduksi sama sekali.
Biasanya, mutasi gen baru akan berpotensi menimbulkan kanker jika terjadi lebih dari lima kali dan melibatkan gen yang berbeda. Proses ini bisa berlangsung hingga bertahun-tahun sampai sel-sel tersebut membelah diri dan membentuk sel kanker yang cukup besar. Barulah gejala-gejalanya mulai muncul dan sel-sel kanker tampak ketika tubuh Anda diperiksa.
Namun, pada kasus anak-anak, kerusakan gen sudah terjadi sejak dalam kandungan atau sejak lahir. Jadi, mereka memang memiliki gen bawaan yang rusak dalam sel tubuh sehingga proses terbentuknya penyakit kanker tidak membutuhkan waktu yang lama.
Secara umum, ada dua faktor penyebab kanker yang paling sering terjadi, yaitu:
  • Faktor internal. Anda mungkin terlahir dengan mutasi genetik yang diwariskan dari orangtua Anda. Jenis mutasi ini bertanggung jawab atas persentase kecil dari penyakit ini.
  • Faktor eksternal. Kebanyakan mutasi gen terjadi setelah kelahiran dan tidak diwariskan. Sejumlah faktor dapat menyebabkan mutasi gen seperti merokok, radiasi, virus, bahan kimia penyebab kanker (karsinogen), obesitas, hormon, peradangan kronis dan kurangnya berolahraga.
Para ilmuwan tidak mengetahui seberapa banyak mutasi yang harus terakumulasi sehingga bisa jadi penyebab kanker. Meski begitu, para ilmuwan percaya bahwa penyebab kanker akan bervariasi pada setiap orang tergantung jenis kanker yang dialaminya. Konsultasikan ke dokter Anda untuk mengetahui penyebab kanker yang lebih lengkap. Dengan mengetahui berbagai faktor penyebab kanker memungkinkan untuk menurunkan risiko Anda terkena penyakit ini di masa yang akan datang.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena penyakit kanker?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ini, seperti:
  • Usia. Penyakit ini bisa memerlukan waktu puluhan tahun untuk tumbuh. Oleh karena itu, kebanyakan orang yang didiagnosis penyakit ini berusia 65 tahun atau lebih. Meski begitu, penyakit ini bukanlah penyakit eksklusif untuk orang dewasa. Pasalnya, penyakit ini juga dapat didiagnosis pada usia berapa pun.
  • Kebiasaan buruk. Merokok, konsumsi alkohol berlebihan, paparan sinar matahari berlebihan, obesitas, dan seks yang tidak aman bisa jadi faktor penyebab kanker.
  • Riwayat keluarga. Dalam banyak kasus, penyakit ini sifatnya menurun. Maka, Anda harus menjalani tes genetik untuk pencegahan lebih lanjut. Meski begitu, dengan memiliki mutasi genetik yang diturunkan bukan berarti Anda akan terkena penyakit ini.
  • Kondisi kesehatan. Beberapa kondisi kesehatan kronis seperti ulcerative colitis dapat dengan nyata meningkatkan risiko tumbuhnya penyakit ini jenis tertentu.
  • Lingkungan hidup. Bahan kimia berbahaya seperti asbes dan benzena di rumah atau tempat kerja bisa menjadi faktor yang meningkatkan risiko penyakit ini. Meskipun Anda tidak merokok, Anda bisa menghirup asap rokok jika berada di sekitar orang yang merokok atau tinggal dengan seseorang yang merokok.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana penyakit kanker didiagnosis?

Sangatlah dianjurkan untuk secepatnya mendiagnosis penyakit untuk mendapatkan peluang terbaik untuk penyembuhan, terutama pada stadium awal. Dokter bisa menggunakan satu atau lebih pendekatan untuk mendiagnosis penyakit ini. Beberapa tes yang umum dilakukan dokter untuk mendiagnosis penyakit ini di antaranya:
  • Pemeriksaan fisik. Dokter mungkin akan melakukan colok dubur jika mencurigai Anda mengalami penyakit ini di usus atau prostat. Metode pemeriksaan fisik lainnya juga mungkin dilakukan dokter untuk memperjelas diagnosis penyakit pasien.
  • Tes laboratorium. Dokter mungkin akan melakukan tes darah untuk untuk menggambarkan kesehatan pasien secara keseluruhan dan mendeteksi ada tidaknya kelainan.
  • Tes pencitraan. Beragam tes pencitraan seperti PET scan, MRI, rontgen, ultrasound, dan CT scan dapat digunakan untuk mencari tahu apakah penyakit ini telah menyebar.
  • Biopsi. Prosedur ini dilakukan dengan cara mengangkat sebagian kecil jaringan untuk diperiksa dengan mikroskop. Sampel yang diambil dalam biopsi kemudian dianalisis oleh ahli patologi. Ia akan mengevaluasi sel, jaringan, dan organ dalam tes laboratorium untuk menentukan diagnosis penyakit yang dialami pasien.

Apa saja obat kanker?

Obat kanker pada dasarnya tergantung dari jenis dan stadium dari penyakit ini, potensi efek samping, serta pilihan dan kesehatan umum dari pasien. Secara umum, berikut ini beberapa obat kanker yang paling umum:
1. Kemoterapi
Kemoterapi adalah perawatan yang menggunakan zat kimia dengan intensitas kuat untuk membunuh sel yang bertumbuh cepat pada tubuh. Kemoterapi paling sering digunakan sebagai obat kanker, karena sel penyakit ini berkembang lebih cepat dari sel normal dalam tubuh.
Obat-obatan kemoterapi dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan sebagai obat kanker. Kemoterapi adalah cara yang efektif untuk mengobati banyak jenis penyakit ini namun memiliki risiko efek samping yang juga harus diwaspadai.
2. Radioterapi
Radioterapi adalah cara pengobatan yang mengandalkan radiasi dengan menggunakan gelombang energi tinggi seperti, sinar x, gama, proton, dan elektron untuk membunuh sel kanker. Walaupun radioterapi paling sering digunakan sebagai obat kanker, tetapi terkadang terapi ini juga dipakai untuk mengobati pasien yang tidak terkena penyakit ini, seperti tumor dan gangguan pada kelenjar tiroid.
3. Terapi target
Terapi target adalah terapi yang menggunakan obat-obatan atau bahan kimia lain untuk mengidentifikasi dan menyerang sel kanker secara spesifik tanpa membunuh sel-sel normal. Terapi ini antara lain:
  • Antibodi monoklonal
  • Penghambat tirosin kinase
  • Cyclin-dependent kinase inhibitors (penghambat cyclin-dependent kinase)
Terapi yang digunakan dapat berupa kombinasi dari beberapa terapi. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk pilihan terapi dan obat kanker yang tepat untuk Anda. Setiap pengobatan penyakit ini memiliki efek samping yang berbeda-beda. Pertimbangkan risiko pengonsumsian obat kanker dengan kondisi Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit kanker?

Perubahan gaya hidup berikut dapat membantu Anda mencegah dan mengatasi penyakit kanker:
  • Jangan merokok. Merokok telah dikaitkan dengan berbagai jenis penyakit ini—termasuk paru-paru, mulut, tenggorokan, laring, pankreas, kandung kemih, rahim dan ginjal.
  • Makanlah dengan pola makan yang sehat.
  • Makanlah banyak buah-buahan dan sayuran.
  • Batasilah daging olahan.
  • Pertahankanlah berat badan yang sehat dan aktif secara fisik. Mempertahankan berat badan yang sehat dapat menurunkan risiko berbagai jenis penyakit ini, termasuk payudara, prostat, paru-paru, usus besar, dan ginjal.
  • Lindungilah diri dari sinar matahari.
  • Dapatkan perawatan medis yang teratur.
Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Jumat, 17 Agustus 2018

8 Cara Mengurangi Risiko Terkena Kanker

Kanker adalah kata yang sungguh menakutkan. Begitu mendengar kata itu yang terbayang adalah kematian, umur yang pendek, penderitaan panjang, tabungan terkuras habis. Kalau memang menakutkan, apakah kita pernah berpikir untuk mencegahnya? Bagaimana cara penanganannya?

Kanker adalah kata yang sungguh menakutkan. Begitu mendengar kata itu yang terbayang adalah kematian, umur yang pendek, penderitaan panjang, tabungan terkuras habis. Kalau memang menakutkan, apakah kita pernah berpikir untuk mencegahnya? Bagaimana cara pencegahannya?

Cara Mengurangi Risiko Terkena Kanker #1
8 Cara Mengurangi Risiko Terkena Kanker
1. Hentikan Tembakau
Risiko terkena kanker paru-paru meningkat 23 kali pada laki-laki dan 13 kali pada wanita yang merokok. Tembakau meningkatkan:
  • risiko kanker mulut,
  • kanker bibir,
  • kanker pankreas,
  • kanker pita suara,
  • kanker serviks,
  • kanker kandung kemih dan ginjal.
Terbukti bila para perokok berhenti merokok dalam sehari maka risiko untuk terkena kanker dapat hilang.

Cara Mengurangi Risiko Terkena Kanker #2

2. Kurangi Paparan Sinar Matahari
Bila Anda berkulit putih, dan saat terkena matahari kulit Anda mudah terbakar menunjukkan bahwa kandungan melanin di kulit Anda sedikit. Kulit terbakar ini dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit jenismelanoma.
Melanoma carcinoma (Kanker kulit)
Beberapa tips penting yang perlu diingat adalah hindari paparan sinar matahari pukul 10.00–15.00, gunakan baju yang menutupi daerah yang akan terpapar sinar matahari, gunakan kacamata hitam serta jangan lupa menggunakan tabir surya dengan SPF 15 atau lebih. 

Cara Mengurangi Risiko Terkena Kanker #3

3. Kurangi Konsumsi Alkohol
8 Cara Mengurangi Risiko Terkena Kanker
Konsumsi alkohol secara regular dapat menyebabkan kerusakan hati. Dimana alkohol akan meningkatkan risiko kanker dengan membantu memasukkan zat-zat kanker ke dalam sel dan merusaknya. Awalnya alkohol mencetuskan kondisi fatty liver (perlemakan hati), dimana jika tidak ditangani akan mencetuskan kanker. 
Alcoholic Liver Disease/ Penyakit Hati akibat Alkohol (ALD).
Selama 15 juta orang di Amerika mengkonsumsi alkohol secara berlebihan dan sebanyak 90%-100% timbul penyakit ALD.  Fatty liber dapat muncul setelah mengkonsumsi alkohol dalam jumlah sedang atau berat. Kelainan ini pun dapat terjadi hanya dengan konsumsi alkohol dalam jumlah yang berat dalam waktu singkat (acute alcoholic liver disease). Genetik juga berperan penting dalam perkembangan penyakit ini. Beberapa kondisi lain yang juga mempengaruhi penyakit ini adalah hepatitis C, konsumsi zat besi yang tinggi, obesitas dan diet.

Cara Mengurangi Risiko Terkena Kanker #4

4. Tidur yang Cukup
Sebagaimana dilansir dari WebMD, orang-orang yang tidur kurang dari 6 jam menunjukkan peningkatan risiko kanker sebanyak 50% terutama pada daerah usus. Tidur yang ideal adalah 7 hingga 8 jam dalam sehari, tergantung dari kondisi Anda. 
8 Cara Mengurangi Risiko Terkena Kanker

Cara Mengurangi Risiko Terkena Kanker #5

 5. Ingat Tentang HPV
Virus HPV (Human Papilloma Virus) merupakan penyebab paling sering kasus penyakit di anus, vagina dan penis. Oleh karena itu sngat penting untuk melakukan pencegahan oleh karena saat ini sudah ada vaksin untuk HPV.
8 Cara Mengurangi Risiko Terkena Kanker
lustrasi human papillomavirus
HPV atau human papillomavirus merupakan penyakit menular seksual yang paling sering terjadi. Terdapat sekitar 40 tipe HPV dan ditularkan melalui kontak seksual. Kebanyakan infeksi HPV tidak memberikan gejala namun merupakan penyebab utama kanker serviks (HPV tipe 16 dan 18).

Cara Mengurangi Risiko Terkena Kanker #6

6. Ingat Riwayat Kanker Di Keluarga
Pastikan Anda mengetahui riwayat kanker di keluarga Anda oleh karena sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan rutin untuk jenis kanker tersebut.8 Cara Mengurangi Risiko Terkena Kanker
Apakah ada saudara, orang tua, atau kakek nenek yang terkena kanker sebelumnya? Hal ini bukan memastikan bahwa Anda juga akan mengalami hal yang sama, hanya saja ini dapat menjadi lampu kuning untuk Anda, untuk lebih jauh mencari tahu, dan jika diperlukan lakukan pencegahan dini, sama seperti yang dilakukan Angelina Jolie saat ia memutuskan membuang payudaranya sebagai bentuk pencegahan kanker payudara. 

Cara Mengurangi Risiko Terkena Kanker #7

7. Periksa Helicobacter Pylori
Helicobacter pylori merupakan bakteri yang ada di lambung dan usus bagian atas yang dapat menyebabkan kanker lambung. Bakteri ini awalnya bercokol di dalam lambung, kemudian berselang dengan waktu bakteri akan membuat perlukaan (ulkus) di dinding lambung. Perlukaan tersebut jika berlanjut tanpa penanganan akan menjadi peradangan yang kemudiannya mencetuskan kanker.8 Cara Mengurangi Risiko Terkena Kanker
Masalahnya peradangan yang ditimbulkan oleh bakteri ini sangat samar dan sama persis dengan kondisi maag. Bahkan sebagian besar di Amerika Serikat sebagian besar pasien maag ditemukan Helicobacter pylori di lambungnya. 
Untuk memeriksa bakteri ini, ada beberapa tes yang akurat dan mudah untuk dilakukan, yakni diantaranya adalah tes darah antibodi, tes napas urea, tes antigen tinja , dan biopsi endoskopi.

Cara Mengurangi Risiko Terkena Kanker #8

8. Diet Makanan
Konsumsi lemak dalam diet sehari-hari harus 30% dari kalori yang Anda konsumsi sehari-hari. Lemak meningkatkan kadar estrogen dan estrogen berkaitan dengan beberapa resiko kanker. Untuk mengurangi risiko kanker usus, Anda harus mengkonsumsi 20 – 30 gr serat dalam sehari berarti dalam sehari Anda harus mengkonsumsi sayur dan buah paling tidak 5 kali dalam sehari.8 Cara Mengurangi Risiko Terkena Kanker
Salam hidup sehat![](EA)

4 Tanda Kanker pada Wanita

4 Tanda Kanker pada Wanita


Ketika seorang wanita terkena kanker, sedikitnya terdapat 4 gejala yang muncul. Cermati keempat gejala berikut ini, agar penanganan kanker dapat ditangani lebih dini.
Kanker adalah penyakit yang ditakuti baik oleh dunia medis maupun masyarakat awam. Untuk itu, perlawanan yang paling tepat saat ini adalah untuk melakukan deteksi dini dan menemukan kanker pada stadium yang paling awal. Untuk itu, terdapat beberapa tanda-tanda yang perlu diwaspadai setiap wanita agar segera diperiksakan.

4 Tanda Kanker pada Wanita

  1. Perubahan pada Payudara
Tanda-tanda yang perlu diperhatikan adalah benjolan, lesung pipit  pada payudara, putting payudara yang tertarik ke dalam, adanya cairan dari putting payudara, dan kemerahan atau sisik pada payudara atau puting payudara. Keseluruhan tanda-tanda tersebut perlu diperiksakan lebih lanjut dengan mamografi atau pemeriksaan jaringan untuk memastikan apakah terdapat kanker payudara atau tidak.
  1. Rasa Kembung dan Panas di Dada
Rasa kembung dan panas di dada dapat menjadi pertanda adanya kanker ovarium (indung telur). Jika rasa kembung dan panas di dada dapat merupakan gejala dan tanda yang normal, namun jika tidak juga menghilang maka perlu diperiksakan lebih lanjut dengan pemeriksaan USG atau pemeriksaan rongga panggul.
  1. Perdarahan Vagina yang Tidak Biasa
Adanya perdarahan vagina di luar siklus menstruasi normal seorang  wanita perlu mendapatkan perhatian khusus karena dapat merupakan tanda kanker rahim. Perdarahan setelah melakukan hubungan seksual dapat menjadi pertanda kanker leher rahim (serviks). Selain itu, perdarahan setelah menopause juga harus mendapatkan perhatian khusus.
  1. Penurunan Berat Badan
Semua wanita menyambut penurunan berat badan dengan gembira. Namun, jika terjadi penurunan berat badan saat seseorang tidak melakukan diet atau olahraga, hal ini perlu menjadi perhatian. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan dapat disebabkan karena stres, penyakit tiroid, atau kanker lainnya.
Selain 4 gejala di atas, beberapa gejala lainnya seperti kelelahan berlebihan dan rasa nyeri yang tidak dapat dijelaskan. Untuk mengantisipasi tanda dan gejala yang mencurigakan, sangatlah dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin (medical check up) pling tidak 1 kali dalam 1 tahun. Mari peduli dengan kesehatan kita, jika bukan kita sendiri yang peduli kesehatan kita, siapa lagi?

7 Tanda Gejala Kanker


Ternyata batuk adalah salah satu gejala kanker. Apalagi jika sampai suara hilang. Nah, simak beberapa gejala kanker lainnya yang perlu Anda ketahui berikut ini.

Pengobatan kanker yang terbaik adalah melakukan pendeteksian dini oleh kanker itu sendiri. Jadi semakin dini kanker itu terdeteksi, maka semakin besar pula kemungkinan keberhasilan untuk penanganannya.
Salah satu usaha deteksi dini kanker adalah mengenali gejala-gejala awal kanker. Tapi masalahnya, banyak gejala awal kanker yang ternyata menyaru dengan penyakit biasa. Maka sudah saatnya untuk lebih jeli pada tubuh Anda jika muncul tanda-tanda berikut ini.
1. Benjolan
Walaupun tidak semua benjolan mengarah pada keganasan ataupun kanker, namun jika Anda mendapati benjolan tiba - tiba timbul pada area tubuh Anda, sebaiknya segeralah berkonsultasi dengan dokter. Terlebih bila benjolan tersebut membesar dengan cepat, tidak berbatas tegas, tidak dapat digerakkan ataupun nyeri.
2.Batuk/suara serak
Ya memang betul sekarang sedang musim hujan dan batuk serta flu melanda dimana - mana. Namun hati - hati karena batuk yang kronis disertai suara serak bisa jadi merupakan salah satu gejala dari kanker laring, paru ataupun kelenjar getah bening. Jika Anda mengalami gejala yang Anda rasa tidak biasa dan tidak hilang dengan obat yang biasa Anda minum, sebaiknya segeralah memeriksakan diri ke dokter.
3. Perubahan BAB
Perubahan BAB dapat bermacam - macam, bisa menjadi sulit BAB, diare, BAB berdarah dan lain sebagainya. Perubahan dalam frekuensi, jumlah dan konsistensi feses biasanya dipengaruhi oleh apa yang kita konsumsi ataupun obat - obatan yang sedang dikonsumsi. Namun jika sering terjadi dan berulang, waspada bisa jadi itu merupakan gejala dari kanker usus besar.
4. Perubahan BAK
Infeksi saluran kemih umum terjadi terutama pada wanita. Nyeri saat BAK, terdapat darah pada urine atau saat BAK tidak lampias bisa jadi merupakan gejala dari infeksi saluran kemih. Namun selain infeksi saluran kemih, gejala - gejala tersebut bisa jadi merupakan pertanda dari adanya kanker di kandung kemih, ginjal ataupun prostat.
5. Nyeri
Nyeri merupakan salah satu signal yang dikirimkan tubuh apabila terdapat masalah di dalam tubuh. Tergantung lokasinya, nyeri bisa disebabkan oleh beragam hal. Mulai dari infeksi hingga keganasan. Berdasarkan American Cancer Society nyeri yang dialami oleh pasien kanker umumnya tidak spesifik dan biasanya menyebar.
6. Penurunan berat badan
American Cancer Society menyebutkan penurunan berat badan yang drastis secara tiba - tiba bisa jadi merupakan gejala awal dari kanker. Mulai dari kanker pankreas, lambung, paru hingga esofagus.
7. Perdarahan
Batuk yang disertai darah bisa jadi merupakan gejala kanker paru. BAB yang berdarah bisa jadi merupakan gejala dari kanker usus besar. Sedangkan perdarahan dari vagina bisa jadi merupakan tanda dari kanker serviks. Perdarahan yang "tidak biasa" dapat terjadi pada kanker atau keganasan walaupun tidak selalu merupakan gejala dari kanker. 

Benarkah Telepon Genggam Bisa Picu Kanker?

Benarkah Telepon Genggam Bisa Picu Kanker?
Telepon genggam tidak baik dipakai dalam waktu lama, karena diduga dapat memicu kanker. Apa kata medis terkait anggapan ini? Jakarta Telepon genggam menjadi salah satu alat elektronik yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Sebab, benda tersebut memiliki banyak kegunaan untuk berkomunikasi. Namun jika alat komunikasi ini memang berguna, bagaimana benda ini bisa menjadi pemicu kanker?
Dilansir Newsweek, sejumlah pakar kesehatan mengatakan bahwa kebiasaan membawa telepon genggam ke mana-mana adalah tindakan yang buruk. Itu karena kebiasaan tersebut dapat memberikan pengaruh negatif pada kesehatan kejiwaaan atau mental, termasuk kesehatan fisik.
Terkait hal itu, penelitian yang dilakukan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2011 menyatakan bahwa telepon genggam bisa memberikan paparan radiasi yang bersifat karsinogenik.
Dampak dari paparan tersebut adalah berbagai macam jenis kanker, salah satunya kanker otak. Atas dasar ini, WHO merekomendasikan agar Anda mengawasi serta menghindari penggunaan telepon genggam terlalu lama.

Pro kontra telepon genggam picu kanker

Temuan tentang telepon genggam dapat sebabkan kanker tak serta-merta disetujui oleh kalangan lain. Beberapa peneliti lain bahkan mengatakan bahwa telepon genggam memiliki radiasi yang lebih lemah dibandingkan sinar matahari, sehingga tak akan sanggup memicu kanker pada tubuh.
Berdasarkan ilmu fisika dan biologi, ponsel seharusnya tidak menyebabkan kanker. Gelombang radio yang mereka pancarkan adalah "nonionizing," yang berarti mereka tidak merusak DNA manusia seperti sinar ultraviolet atau sinar X.
Terlepas dari pro dan kontra yang ada, para ahli belum dapat memastikan bahwa telepon genggam bisa sebabkan kanker. Kendati demikian, penelitian lanjutan terus dilakukan untuk menemukan fakta sebenarnya. Akankah telepon genggam benar-benar terbukti dapat menyebabkan kanker, atau justru sebaliknya?

Harus tetap waspada

Pew Research Center menyebutkan bahwa 95 persen remaja usia 13–17 tahun sering berurusan dengan smartphone yang mereka miliki. Ini membuat mereka menjadi golongan yang memiliki risiko paling besar untuk terkena dampak buruk yang mungkin timbul akibat perangkat elektronik ini. Oleh karena itu, meski telepon genggam belum terbukti dapat mencetuskan kanker, Anda diminta untuk tetap waspada dan berhati-hati
“Meski masih belum pasti dan perlu diteliti lebih lanjut, tidak ada salahnya bagi Anda untuk berhati-hati dengan telepon genggam. Kurangi paparan radiasi telepon genggam pada tubuh, baik kepala maupun organ bagian bawah,” ungkap dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter.
Lebih lanjut, dr. Alvin menganjurkan Anda untuk melakukan tips berikut ini, agar efek negatif yang bersembunyi di balik radiasi telepon genggam tidak menyebabkan masalah kesehatan.
  • Matikan telepon jika tidak dipakai.
  • Hindari penggunaan telepon terlalu lama atau sering.
  • Hindari menaruh telepon dalam kantung dalam keadaan mati atau hidup.
Telepon genggam dan spekulasinya sebagai penyebab kanker masih terus diteliti hingga kini. Meski demikian, Anda tetap harus bijak dalam menggunakan alat elektronik ini agar tidak terkena efek negatifnya. Salam sehat!
[NB/ RVS]

Benarkah Radiasi Ponsel Sebabkan Kanker Otak?

Ponsel dan hubungannya dengan kanker otak


Benarkah Radiasi Ponsel Sebabkan Kanker Otak?

Telah banyak peneliti yang melakukan studi mengenai dampak menggunakan ponsel terhadap kanker otak. Hasil antara satu penelitian dengan penelitian lainnya pun berbeda-beda. Untuk itu, beberapa peneliti di Italia melakukan telaah sistematis dengan menggabungkan hasil dari berbagai penelitian di seluruh dunia.
Repacholi dalam sebuah literatur medis di tahun 2012 menyebutkan, hasil antara satu penelitian dengan penelitian lain yang ditelaah olehnya masih memberikan hasil yang sangat bervariasi. Setelah menggabungkan semua penelitian mengenai dampak penggunaan ponsel terhadap kanker otak pada orang dewasa, tidak ditemukan bukti yang kuat bahwa penggunaan ponsel dalam jangka panjang (lebih dari 10 tahun) menyebabkan kanker otak.
Hal ini juga sejalan dengan literatur medis yang dibuat oleh Lagorio pada tahun 2014. Literatur ini menelaah 47 penelitian mengenai dampak penggunaan ponsel terhadap kanker otak. Hasil gabungan dari 47 penelitian tersebut juga menyebutkan belum ada bukti yang kuat bahwa penggunaan ponsel dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker otak pada orang dewasa.
Meski demikian, ditekankan bahwa penelitian lanjutan dengan rentang waktu yang lebih lama masih diperlukan untuk membuktikan hal ini. Disebutkan pula, belum banyak data penelitian mengenai dampak penggunaan ponsel terhadap kanker otak pada  pengguna ponsel sejak kecil. 
Dengan demikian, dapat disimpulkan untuk saat ini bahwa pengunaan ponsel menyebabkan kanker otak masih belum terbukti. Akan tetapi, karena ponsel masih terbilang baru, peneliti belum mengetahui dampak negatifnya berpuluh-puluh tahun kemudian.
Jadi bisa saja penelitian saat ini belum jelas menemukan dampak negatif ponsel terhadap kanker otak, tapi penelitian di masa mendatang menemukan hal tersebut. Itulah mengapa, tidak ada salahnya Anda melakukan tindakan pencegahan dengan cara menggunakan ponsel seperlunya.
Selain itu, Anda juga perlu mencegah anak untuk bermain ponsel terlalu sering. Karena banyak masalah lain yang dapat ditimbulkan ponsel terhadap anak. Misalnya kurangnya kemampuan komunikasi dan interaksi sosial akibat terlalu sibuk dengan ponsel, serta gangguan kesehatan mata.

Tips menggunakan ponsel dengan aman

Benarkah Radiasi Ponsel Sebabkan Kanker Otak?

Dilansir Reader’s Digest, spesialis onkologi Ronald B. Herbeman, MD, Direktur Universitas Pittsburgh Cancer Institute bersama dengan ilmuwan dari The BioInitiative Working Group merekomendasikan 10 cara berikut agar penggunaan ponsel tetap aman:
  • Anak-anak di bawah 12 tahun sebaiknya tidak menggunakan ponsel, kecuali darurat. Tengkorak mereka lebih tipis dari orang dewasa, sehingga dapat menyerap lebih banyak radiasi.
  • Jauhkan tubuh dari ponsel saat menggunakannya.
  • Untuk ibu hamil, lebih baik tidak dekat-dekat dengan ponsel karena perkembangan organ janin sensitif terhadap radiasi EMF.
  • Jika Anda sering mengantongi ponsel di celana, hentikan kebiasaan ini. Lebih baik bawa ponsel di kantong khusus.
  • Jangan meletakkan ponsel dekat kepala saat malam hari atau di bawah bantal.
  • Hindari pemakaian ponsel saat sinyal lemah, terutama di kereta atau mobil. Kondisi ini akan meningkatkan EMF karena ponsel sedang mencari koneksi.
Dengan tips di atas, Anda dapat menggunakan ponsel dengan lebih aman dan menghindari efek negatifnya terhadap kesehatan. Meski penelitian mengenai dampak ponsel terhadap kanker otak masih belum jelas, tak ada salahnya untuk lebih awas dengan penggunaan ponsel.
[RS/ RVS]